Jumat, 18 Desember 2009

Puisi: Aku terpuruk

Puisi:
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/

Hari demi hari kulalui tanpa penyesalan
menit demi menit kulalui tanpa perasaan
semuanya hambar dan tawar terasa di hati
kosong tanpa senyum dan tawamu....

Tiada lagi semangat dan asa yang menggayutku
Ikan Paus dan Lumba-lumba berenang tak tertawa lagi
Karang kokoh pun nampak luntur dan luluh di mata
semuanya nampak tak bergairah lagi...sepi...

Tanpa dirimu disisiku aku merasa ada yang hilang
bagai permata yang lenyap dari keindahannya
bagai Mentari yang redup dari sinarnya
Menghilang dan pergi menjauh...lenyap...

Mengapa harus kulalui liku hidup yang rumit ini
mengapa harus berjumpa denganmu saat kuterpuruk
mengapa pula harus berpisah denganmu saat kululuh hati
Mengapa...aku tak berdaya menggapaimu...

Tiada lagi senyum indah di lesung pipitmu
tiada lagi binar bola matamu yang indah di relung hatiku
semuanya tergaris tanpa tepi yang membuai
tiada lagi mimpi indahku bersamamu lagi....
aku terpuruk dan luluh tanpa dirimu...

Adakah kau mendengar nyanyian senduku?
masih adakah hati indahmu di relung hatimu untukku?
dimanakah kini kau berada?
mengapa rumput hijau dan bunga melati tak menari untukku...
hanya burung Camar yang masih menyanyikan lagu sendu di bayang Mega...
menghibur hatiku yang sedang gulana ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar