Rabu, 07 April 2010

Puisi: Kemilau Langit

Puisi: Kemilau Langit
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Jakarta, 07 April 2010


Kemilau langit telah mematahkan rasa asaku
rasa yang pernah kupendam dalam diri ini
rasa untuk selalu bersamamu selalu...
namun...kini tak lagi terkuak dalam diri...

Terus kucoba untuk melangkah bersamamu
namun...ada rasa kelu yang terhampar di dada ini
yang menutup semua pori-pori rasa ini
yang tak kan bisa kuungkap dalam dunia maya

Entah kenapa rasa ini terus membayangiku
padahal daku berusaha untuk melupakan semua ini
namun...semakin kutinggalkan...rasa itu makin menghiasi diri
menyentuh dan meresap dalam relung dada yang terkuak ini

Aku hanya bisa mendesah...saat senja mulai mendekatiku
merengkuh dan merangkul diri yang termenung diri
menutup semua rasa indahku yang pernah menyentuhmu
yang kini...tinggal kenangan dalam keterpasungan diri

Sudahlah...biarlah rasa ini berlalu dariku
agar daku tak mengenangmu lagi...
agar dirimu bebas terbang seperti dulu lagi...
saat daku mengenalmu pertama kali....

Tak usah dikenang lagi diriku ini...
semuanya telah kembali pulih seperti sedia kala...
seperti yang kau inginkan ...
seperti yang kau harapkan...

Lepaskanlah beban diri ini bersama semilirnya sang bayu...
diri yang pernah bersama mu...
berlari dan saling berkejaran dalam cerianya langit yang membiru
saling menyapa dan saling merengkuh kata....

Daku kini tak bisa lagi tersenyum ceria bersama dirimu
yang kini...telah bersama sang bintang di angkasa
yang saling mengasihi ....
yang saling menyayangi....

Biarkanlah rasa ini berlalu dari tatap sorot matamu yang indah
yang selalu memandang keindahan dari rasa diri
yang pergi mencari asa dalam kemandirian
mencari cahaya keindahan yang pernah hilang dari diri ini
yang 'kan kutemukan...dalam kehangatan mentari pagi yang menjelang....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar