Sabtu, 29 Mei 2010

Puisi: Dedaunan kini telah kering

Puisi: Dedaunan kini telah kering
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 09 April 2010

Bila ku ingat akan rona wajahmu yang rupawan
Aku selalu tak bisa makan dengan kenyang….
Aku tak bisa tidur dengan nyenyak bersama bayangmu
Karena wajahmu telah membuatku ….memikirkanmu….

Dahan dan ranting pohon ini telah mengelupas karena termakan usia
Dedaunan kini telah kering oleh tebalnya debu yang menempel di atasnya
Dan sebentar lagi terjatuh dan terbawa sang bayu yang terbang berkeliling
Mengitari pohon yang sudah semakin terpuruk oleh sang waktu….

Demikian pula dengan diriku ….kini…
Yang semakin luruh oleh derasnya air yang memancar dari hatiku
Karena memikirkan bayang indahmu yang menari di pelupuk mataku
Yang lama tak bersua dengan dirimu….yang entah kini…berada di mana….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar