Hari ini jam 23:47 | Sunting Catatan | Hapus
Puisi: Gejolak yang tersemaikan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010
Kini kau telah hadir di hatiku
kembali bersemi dalam wadah sang Pelangi
menggapai asa yang terpukau dalam genggaman
merajut tali kasih dalam bentangan sinar mentarimu
Rasa optimis kembali memuncak
meraih kerlap kerlip bintang di langit
menggamit lengan sang awan dalam keceriaan
berrsama sang Camar di pantai yang berpasir putih
Keheningan telah tergantikan oleh kehangatan senyummu
mengulas rasa keindahan dalam pucuk kalbuku
merasuk hingga ke dasar relung jiwaku
membahana dalam temaramnya sinar purnama malam
Menyisir lengan-lengan perbukitan yang tinggi
menelusuri hamparan petak sawah yang landai
dalam permainan rerumputan hijau yang segar
menarikan tarian pena dalam lingkaran kehidupan nyata
Sinar ceria bola matamu telah memberiku pupuk semangat
yang terus bergelora dalam rengkuhan hati indahku
merajut benang-benang kerinduan dalam panah asmaraku
yang menghujam ke detak jantungku yang makin menderu
Semangat untuk melantukan lagu kasmaran makin menguat
memberi dorongan untuk terus melangkah ke arahmu
menatapmu dengan lembut dalam ketulusan hati
mengayunkan langkah 'tuk tampil ke depan ...meraihmu hati indahmu
dalam nada dan gejolak yang tersemaikan.....
Rabu, 10 Februari 2010
Selasa, 09 Februari 2010
Puisi: Alam yang damai dan menawan
Puisi: Alam yang damai dan menawan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010
Kutulis rasa bangga ini padamu
pada angin yang semilir di lenganku yang kokoh
pada awan yang putih berarak di langit
pada hati indah yang kurindukan
Kusapa sang Pelangi yang memancarkan warnanya
kutatap sang mentari pagi yang bersinar menghangatkan
kurengkuh rasa asaku yang berlari kencang melewatiku
bersama mimpi-mimpi indahku tentang dirimu yang tersenyum ceria padaku
Indah dan mempesona alam ini menyapaku
mengguratkan nada-nada yang membuat hatiku berbunga
bermekaran bersama sang bunga melati yang berdendang riang
menari dan menyanyikan lagu-lagu bernada riang gembira
Pohon Nyiur melambaikan tangannya kepada sang burung camar di pantai
mengajaknya untuk sejenak melepas lelah di pangkuan pelepahnya
Pohon pinus di pucuk bukit bergoyang mengikuti irama sang bayu yang semilir
menerpa pundak-pundak rantingnya yang tersenyum menawan hati
Rerumputan hijau terhampar pada taman hati yang dilanda kasmaran
memendam rindu pada sang kekasih yang didambanya
pada mentari pagi yang bersinar dalam semburat warna jingga
pada sang rembulan yang tersenyum mempesona di malam hari
Inilah keindahan yang tersembunyi di hati
yang kan menyapa ramah pada relung-relung hati yang menepi
pada sang ombak yang berlarian bersama san ikan yang tertawa
pada batu karang kokoh yang berpelukan dengan sang Camar di laut lepas...
merajut asmara dalam bayang-bayang mimpi alam yang damai dan menawan...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010
Kutulis rasa bangga ini padamu
pada angin yang semilir di lenganku yang kokoh
pada awan yang putih berarak di langit
pada hati indah yang kurindukan
Kusapa sang Pelangi yang memancarkan warnanya
kutatap sang mentari pagi yang bersinar menghangatkan
kurengkuh rasa asaku yang berlari kencang melewatiku
bersama mimpi-mimpi indahku tentang dirimu yang tersenyum ceria padaku
Indah dan mempesona alam ini menyapaku
mengguratkan nada-nada yang membuat hatiku berbunga
bermekaran bersama sang bunga melati yang berdendang riang
menari dan menyanyikan lagu-lagu bernada riang gembira
Pohon Nyiur melambaikan tangannya kepada sang burung camar di pantai
mengajaknya untuk sejenak melepas lelah di pangkuan pelepahnya
Pohon pinus di pucuk bukit bergoyang mengikuti irama sang bayu yang semilir
menerpa pundak-pundak rantingnya yang tersenyum menawan hati
Rerumputan hijau terhampar pada taman hati yang dilanda kasmaran
memendam rindu pada sang kekasih yang didambanya
pada mentari pagi yang bersinar dalam semburat warna jingga
pada sang rembulan yang tersenyum mempesona di malam hari
Inilah keindahan yang tersembunyi di hati
yang kan menyapa ramah pada relung-relung hati yang menepi
pada sang ombak yang berlarian bersama san ikan yang tertawa
pada batu karang kokoh yang berpelukan dengan sang Camar di laut lepas...
merajut asmara dalam bayang-bayang mimpi alam yang damai dan menawan...
Puisi: Menggenggam jemari kedamaian
Puisi: Menggenggam jemari kedamaian
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010
Kucoba mengerti mengapa kau meninggalkanku
kucoba untuk menyadari mengapa kau menjauh dariku
kucoba untuk mengerti diri ini ....
kucoba untuk memahami hati ini ....
Kusadari....
aku tak bisa memenuhi keinginanmu
aku tak patut untuk bersanding dengan dirimu
aku hanya seperti ini saja...
tak ada yang dapat kau banggakan pada diri ini
Tak mengapa hati mu tak menyentuh hatiku
tak mengapa kau pergi menjauh dariku
kucoba untuk bangkit berdiri kembali
mengurai hari-hari indahku dalam keheningan diri
Kudapatkan kembali semangat hidupku tanpa dirimu
kudapatkan kembali rasa kemilau Pelangi sejuta warnaku
yang dulu pernah hilang berpendar dari sinar mentariku
kini rasa itu semakin menggelora di kalbu sukmaku
Kini...hari-hariku kulalui dengan semangat baru
kuisi jalan hidupku dengan gairah asa ku yang menggebu
menapak langkah-langkah kecil yang kan menjadi langkah besar
dalam lingkaran hidupku yang semakin membahagiakan diriku
Terasa indah alam pagi ini
bersama senandung kicau sang Murai batu dan Punglor
yang saling bersahut-sahutan memecah kesunyian hati
menggenggam jemari bunga Melati dalam kedamaian yang menyejukkan....
Daku terus berpijar bersama mentari pagiku
yang kan menghangatkan relung hati ku
hingga sendi-sendi nadiku menjadi kuat dan tegar
tanpa dirimu lagi di sisiku ....yang mendambakanmu....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 10 Pebruari 2010
Kucoba mengerti mengapa kau meninggalkanku
kucoba untuk menyadari mengapa kau menjauh dariku
kucoba untuk mengerti diri ini ....
kucoba untuk memahami hati ini ....
Kusadari....
aku tak bisa memenuhi keinginanmu
aku tak patut untuk bersanding dengan dirimu
aku hanya seperti ini saja...
tak ada yang dapat kau banggakan pada diri ini
Tak mengapa hati mu tak menyentuh hatiku
tak mengapa kau pergi menjauh dariku
kucoba untuk bangkit berdiri kembali
mengurai hari-hari indahku dalam keheningan diri
Kudapatkan kembali semangat hidupku tanpa dirimu
kudapatkan kembali rasa kemilau Pelangi sejuta warnaku
yang dulu pernah hilang berpendar dari sinar mentariku
kini rasa itu semakin menggelora di kalbu sukmaku
Kini...hari-hariku kulalui dengan semangat baru
kuisi jalan hidupku dengan gairah asa ku yang menggebu
menapak langkah-langkah kecil yang kan menjadi langkah besar
dalam lingkaran hidupku yang semakin membahagiakan diriku
Terasa indah alam pagi ini
bersama senandung kicau sang Murai batu dan Punglor
yang saling bersahut-sahutan memecah kesunyian hati
menggenggam jemari bunga Melati dalam kedamaian yang menyejukkan....
Daku terus berpijar bersama mentari pagiku
yang kan menghangatkan relung hati ku
hingga sendi-sendi nadiku menjadi kuat dan tegar
tanpa dirimu lagi di sisiku ....yang mendambakanmu....
Senin, 08 Februari 2010
Puisi: Mengail umpan rindu
Puisi: Mengail umpan rindu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Pagi beranjak pergi...perlahan dan sangat perlahan
meniti papan kehidupan yang semakin mengikis letih
merintih dalam nada sendu yang memilu rasa
menebar kegelisahan yang menggurat di dahi
Adakah dirimu memang merindukan ku
ataukah hanya sekedar berbasa basi saja...
agar daku terlena dan merajuk mesra padamu
yang membisik lembut sang angin yang semilir
Terasa rona wajah yang memelas pilu
saat daku pergi meninggalkanmu seorang diri
dalam rasa bersalah yang hingga kini terasa menyayat
saat tangis menggetarkan kalbu sukmaku yang damai
Saat rasa sendu ini sudah tak tertahankan lagi
untuk melepas kepergianku yang jauh di rantau
dikau hanya bisa menatap hampa dalam keterpanaan
tanpa bisa meraih lagi lenganku yang kugapai untuk hatimu
Terasa sepi saat ini...tanpa canda dan tawamu lagi di sisiku
terasa menghimpit rasa sesak di dada ...tanpa senyum indahmu
semuanya terasa ada yang hilang dari relung hatiku yang terdalam
yang dulu kurasakan selalu mengisi rongga-rongga dadaku
Meski kita sudah saling berpisah untuk sementara waktu
namun...aku merasakan ...kadang kau hadir dalam bayang mimpiku
yang terus memeluk hangat badanku yang tegar
juga deru nafasmu yang lembut pun aku bisa merasakannya....
Apakah impian ini 'kan terwujud nyata dalam senandung cintaku
apakah rasa ingin memilikimu benar-benar nyata dalam getar rinduku
ataukah ini hanya ilusi rasa rinduku yang bergelora
yang memancing rasa keinginanku untuk mendapatkanmu seutuhnya
dengan cinta yang setulus hati darimu yang kukasihi....
Aku tak ingin angan dan khayal ini mempermainkan sendi-sendi hatiku
yang selalu mencoba menerobos rasa jenuhku pada hari-hariku yang kulalui
rasa rinduku amat mengejar bayang kehadiranmu di sisiku
untuk selalu bersama dalam suka dan duka....
mengail umpan rindu untuk cita-citaku yang tersemaikan di hati tegarku
agar dapat membuatmu bahagia ...selamanya...
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Pagi beranjak pergi...perlahan dan sangat perlahan
meniti papan kehidupan yang semakin mengikis letih
merintih dalam nada sendu yang memilu rasa
menebar kegelisahan yang menggurat di dahi
Adakah dirimu memang merindukan ku
ataukah hanya sekedar berbasa basi saja...
agar daku terlena dan merajuk mesra padamu
yang membisik lembut sang angin yang semilir
Terasa rona wajah yang memelas pilu
saat daku pergi meninggalkanmu seorang diri
dalam rasa bersalah yang hingga kini terasa menyayat
saat tangis menggetarkan kalbu sukmaku yang damai
Saat rasa sendu ini sudah tak tertahankan lagi
untuk melepas kepergianku yang jauh di rantau
dikau hanya bisa menatap hampa dalam keterpanaan
tanpa bisa meraih lagi lenganku yang kugapai untuk hatimu
Terasa sepi saat ini...tanpa canda dan tawamu lagi di sisiku
terasa menghimpit rasa sesak di dada ...tanpa senyum indahmu
semuanya terasa ada yang hilang dari relung hatiku yang terdalam
yang dulu kurasakan selalu mengisi rongga-rongga dadaku
Meski kita sudah saling berpisah untuk sementara waktu
namun...aku merasakan ...kadang kau hadir dalam bayang mimpiku
yang terus memeluk hangat badanku yang tegar
juga deru nafasmu yang lembut pun aku bisa merasakannya....
Apakah impian ini 'kan terwujud nyata dalam senandung cintaku
apakah rasa ingin memilikimu benar-benar nyata dalam getar rinduku
ataukah ini hanya ilusi rasa rinduku yang bergelora
yang memancing rasa keinginanku untuk mendapatkanmu seutuhnya
dengan cinta yang setulus hati darimu yang kukasihi....
Aku tak ingin angan dan khayal ini mempermainkan sendi-sendi hatiku
yang selalu mencoba menerobos rasa jenuhku pada hari-hariku yang kulalui
rasa rinduku amat mengejar bayang kehadiranmu di sisiku
untuk selalu bersama dalam suka dan duka....
mengail umpan rindu untuk cita-citaku yang tersemaikan di hati tegarku
agar dapat membuatmu bahagia ...selamanya...
Puisi: Nada kerinduan yang menggapai
Puisi: Nada kerinduan yang menggapai
Oleh : Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Daku telah berlari sejak terbitnya sang surya hingga terbenam...
mentari pagi telah jauh kutinggalkan
sang Pelangi telah lelah berpendar dalam kemilaunya
namun...kau tetap juga berdiri menatap lembut padaku
Daku telah jauh melangkah meninggalkan dirimu
meninggalkan rasa indah dan pesonamu yang terkejap
yang telah lama kau sampirkan dalam relung hatiku
yang kini tetap kunanti .....agar terus berpendar di hatimu...
Jauhkanlah rasa sakit yang pernah ada pada dirimu
jauhkanlah rasa sesal pada relung hatimu
bukalah semua sendi-sendi asmaramu
agar aku dapat melihat betapa cantiknya dirimu
Raih dan genggamlah jemari tanganku
agar kau rasakan denyut rindu yang menggelora di lenganku
agar kau dengarkan nada rindu kasmaran pada daun telingamu
semuanya ....memanggil lembut dirimu yang ayu dan anggun
Dekatlah kemari...ke relung hatiku yang merindumu
yang makin lama .....kurasakan makin bergemuruh
terus menerus memanggil namamu untuk kutulis di hati emasku
agar dikau selalu mengingat diriku dalam bayang mimpimu
Mengapa hati ini tak bisa melepas rasa kerinduan kepadamu
padahal kau sudah jauh dari pandangan mataku
namun...hati ini tak bisa berbohong pada sisi jiwaku
untuk selalu mengingat dirimu yang jauh di seberang....
Akankah rasa ini terus menerobos ke dalam sendi hatiku yang terdalam
agar daku selalu merasakan kehadiran dirimu di sisiku
yang setiap malam ...selalu menari dalam bayang mimpiku
yang selau kudendangkan gita cinta dari rasa rinduku yang menggebu
Akankah rasa ini juga ada pada dirimu
yang menantiku dalam kesendirian
yang memantulkan cahaya kemilau sang Pelangi
agar dirimu selalu nampak dalam bayang pelupuk mata binarku
yang terus bergelora untuk selalu mengisi mimpi-mimpi indahmu di malam Purnama...
bersama sang bayu yang tersenyum dalam nada kerinduan yang menggapai....
Oleh : Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Daku telah berlari sejak terbitnya sang surya hingga terbenam...
mentari pagi telah jauh kutinggalkan
sang Pelangi telah lelah berpendar dalam kemilaunya
namun...kau tetap juga berdiri menatap lembut padaku
Daku telah jauh melangkah meninggalkan dirimu
meninggalkan rasa indah dan pesonamu yang terkejap
yang telah lama kau sampirkan dalam relung hatiku
yang kini tetap kunanti .....agar terus berpendar di hatimu...
Jauhkanlah rasa sakit yang pernah ada pada dirimu
jauhkanlah rasa sesal pada relung hatimu
bukalah semua sendi-sendi asmaramu
agar aku dapat melihat betapa cantiknya dirimu
Raih dan genggamlah jemari tanganku
agar kau rasakan denyut rindu yang menggelora di lenganku
agar kau dengarkan nada rindu kasmaran pada daun telingamu
semuanya ....memanggil lembut dirimu yang ayu dan anggun
Dekatlah kemari...ke relung hatiku yang merindumu
yang makin lama .....kurasakan makin bergemuruh
terus menerus memanggil namamu untuk kutulis di hati emasku
agar dikau selalu mengingat diriku dalam bayang mimpimu
Mengapa hati ini tak bisa melepas rasa kerinduan kepadamu
padahal kau sudah jauh dari pandangan mataku
namun...hati ini tak bisa berbohong pada sisi jiwaku
untuk selalu mengingat dirimu yang jauh di seberang....
Akankah rasa ini terus menerobos ke dalam sendi hatiku yang terdalam
agar daku selalu merasakan kehadiran dirimu di sisiku
yang setiap malam ...selalu menari dalam bayang mimpiku
yang selau kudendangkan gita cinta dari rasa rinduku yang menggebu
Akankah rasa ini juga ada pada dirimu
yang menantiku dalam kesendirian
yang memantulkan cahaya kemilau sang Pelangi
agar dirimu selalu nampak dalam bayang pelupuk mata binarku
yang terus bergelora untuk selalu mengisi mimpi-mimpi indahmu di malam Purnama...
bersama sang bayu yang tersenyum dalam nada kerinduan yang menggapai....
Puisi: Relung waktu yang tersemaikan
Puisi: Relung waktu yang tersemaikan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Tangisan jiwa kembali berbisik dalam sendu
mengisi hari-hari ku yang telah terlewati oleh sang waktu
menepuk bahu yang pernah kau sentuh lirih
dalam tangisan sendu yang membiru
Tak perlu lagi kau tangisi hati ini
biarlah yang telah terjadi...terjadilah
karena sang waktu tak kan dapat terkejar lagi
untuk kembali mengisi relung hati yang terperangah
Sendu tangismu biarlah menjadi bara api semangatku
untuk terus melangkah dengan pasti
jangan lagi tengok ke belakang diri
karena itu akan melukai diriku yang di rantau
Rasa sesalmu menjadi cambuk bagi kemandirianku
untuk terus maju dalam menggapai asa yang terkejap
yang terus menatap lembut ke arahku
agar ku terus melangkah untuk meraih dan merengkuhnya
Tunggulah daku, kasih
nantikanlah diriku dalam pasung rindumu
jangan lagi kau terlena dalam mimpi bayang ku
yang kan hadir dalam kecupan mesra di keningmu
Mengapa harus bersedih bila itu menjadi keinginanmu
keinginan untuk merubah masa depan yang tak pasti
menjadi kepastian yang membias
yang tinggal menunggu hari dan waktu yang berjalan tergesa-gesa
Hari-hariku kulalui dengan rasa ceria di hati
tak perlu lagi dikau menyesali apa yang telah terjadi
semuanya telah ada yang mengaturnya
kita hanyalah bisa menjalankan saja...
Pasrahkanlan pada-Nya...yang Maha Kuasa
agar dikau menjadi tenang dan ikhlas
agar hari-hariku menjadi lebih berbinar
dalam meraih cita-citaku yang tergapai di pelupuk mata
Doakanlah ...agar aku berhasil meraih kesuksesan
juga kebahagiaan .....bersama dirimu yang ada di seberang pulau
yang menanti dalam doa dan kepasrahan
agar daku tenang dalam mengisi relung waktu yang tersemaikan....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 09 Pebruari 2010
Tangisan jiwa kembali berbisik dalam sendu
mengisi hari-hari ku yang telah terlewati oleh sang waktu
menepuk bahu yang pernah kau sentuh lirih
dalam tangisan sendu yang membiru
Tak perlu lagi kau tangisi hati ini
biarlah yang telah terjadi...terjadilah
karena sang waktu tak kan dapat terkejar lagi
untuk kembali mengisi relung hati yang terperangah
Sendu tangismu biarlah menjadi bara api semangatku
untuk terus melangkah dengan pasti
jangan lagi tengok ke belakang diri
karena itu akan melukai diriku yang di rantau
Rasa sesalmu menjadi cambuk bagi kemandirianku
untuk terus maju dalam menggapai asa yang terkejap
yang terus menatap lembut ke arahku
agar ku terus melangkah untuk meraih dan merengkuhnya
Tunggulah daku, kasih
nantikanlah diriku dalam pasung rindumu
jangan lagi kau terlena dalam mimpi bayang ku
yang kan hadir dalam kecupan mesra di keningmu
Mengapa harus bersedih bila itu menjadi keinginanmu
keinginan untuk merubah masa depan yang tak pasti
menjadi kepastian yang membias
yang tinggal menunggu hari dan waktu yang berjalan tergesa-gesa
Hari-hariku kulalui dengan rasa ceria di hati
tak perlu lagi dikau menyesali apa yang telah terjadi
semuanya telah ada yang mengaturnya
kita hanyalah bisa menjalankan saja...
Pasrahkanlan pada-Nya...yang Maha Kuasa
agar dikau menjadi tenang dan ikhlas
agar hari-hariku menjadi lebih berbinar
dalam meraih cita-citaku yang tergapai di pelupuk mata
Doakanlah ...agar aku berhasil meraih kesuksesan
juga kebahagiaan .....bersama dirimu yang ada di seberang pulau
yang menanti dalam doa dan kepasrahan
agar daku tenang dalam mengisi relung waktu yang tersemaikan....
Puisi: keheningan yang berpendar
Puisi: Keheningan yang berpendar
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 08 Pebruari 2010
Senandung riang telah menyusup dalam dinding kalbuku
menggema dan menebar rasa ceria di hati yang tersisih
yang kini terduduk dalam lamunan nuansa pagi yang hangat
merengkuh sisi-sisi ketersendirianku yang terdampar di pantai sepi
Kini kau hadir kembali dalam mimpi-mimpi indahku
yang semalam terlelap dalam rasa kantuk yang membias
yang terasa lamban dan menjenuhkan
merapat dalam peluk rasa yang dingin dan membeku
Kehadiranmu telah membuat semangatku tumbuh kembali
berkembang dan menebar merasuk sukma terdalamku
yang dulu jauh dan menepi...kini semakin mekar dan mewangi
menebar pesona indah dalam tautan bunga Anggrek yang menawan
Engkau bagaikan bunga anggrek yang elok dan cantik
hatimu telah membuat diriku terbius untuk kembali bangkit
bangkit dari rasa lelah dan gundahku yang berkelana
mengarungi samudra luas tanpa arah yang berpendar....
aku tak tahu...mengapa engkau akhir-akhir ini amat perhatian kepadaku
amat peduli dan santun padaku....
apakah yang engkau cari dariku ....dari diri yang sepi dan hening ini
yang merasa tersendirikan dalam rasa ramai yang menggelora
Kesendirianku ...kini terasa tak lagi berlanjut
engkau kini ...menemani hari-hari sepiku tanpa diundang...
engkau telah memberiku dorongan yang memukau
yang membuat diriku semakin percaya akan diri sendiri ini
Akankan bunga anggrek ini tetap ada dalam genggamanku
atau ...akan layu karena tak tersirami
atau ...akan pudar warna dan wanginya karena sang waktu...
mungkin....hanya tetesan embun pagi yang kan menjawabnya....
Rasa ini sudah semakin mengerucut
rasa yang dulu pernah hilang dari dinding rasa elokku
rasa yang kubayangkan tak 'kan hadir lagi di hati indah ini
namun...kini...rasa itu mulai terbit lagi...entah dari mana datangnya...
rasa yang sejuk dan damai dalam keheningan yang berpendar....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 08 Pebruari 2010
Senandung riang telah menyusup dalam dinding kalbuku
menggema dan menebar rasa ceria di hati yang tersisih
yang kini terduduk dalam lamunan nuansa pagi yang hangat
merengkuh sisi-sisi ketersendirianku yang terdampar di pantai sepi
Kini kau hadir kembali dalam mimpi-mimpi indahku
yang semalam terlelap dalam rasa kantuk yang membias
yang terasa lamban dan menjenuhkan
merapat dalam peluk rasa yang dingin dan membeku
Kehadiranmu telah membuat semangatku tumbuh kembali
berkembang dan menebar merasuk sukma terdalamku
yang dulu jauh dan menepi...kini semakin mekar dan mewangi
menebar pesona indah dalam tautan bunga Anggrek yang menawan
Engkau bagaikan bunga anggrek yang elok dan cantik
hatimu telah membuat diriku terbius untuk kembali bangkit
bangkit dari rasa lelah dan gundahku yang berkelana
mengarungi samudra luas tanpa arah yang berpendar....
aku tak tahu...mengapa engkau akhir-akhir ini amat perhatian kepadaku
amat peduli dan santun padaku....
apakah yang engkau cari dariku ....dari diri yang sepi dan hening ini
yang merasa tersendirikan dalam rasa ramai yang menggelora
Kesendirianku ...kini terasa tak lagi berlanjut
engkau kini ...menemani hari-hari sepiku tanpa diundang...
engkau telah memberiku dorongan yang memukau
yang membuat diriku semakin percaya akan diri sendiri ini
Akankan bunga anggrek ini tetap ada dalam genggamanku
atau ...akan layu karena tak tersirami
atau ...akan pudar warna dan wanginya karena sang waktu...
mungkin....hanya tetesan embun pagi yang kan menjawabnya....
Rasa ini sudah semakin mengerucut
rasa yang dulu pernah hilang dari dinding rasa elokku
rasa yang kubayangkan tak 'kan hadir lagi di hati indah ini
namun...kini...rasa itu mulai terbit lagi...entah dari mana datangnya...
rasa yang sejuk dan damai dalam keheningan yang berpendar....
Langganan:
Postingan (Atom)