Puisi: Cinta membuatku bergelora
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
Palangka Raya, 04 Juni 2010
Cinta membuatku bergelora
Cinta membuatku bergairah kembali
Meksi ku tahu…cinta juga membuatku terlena
dan tak tahu …apa yang mesti kulakukan untuk cinta
Cinta ini harusnya ada sejak kemarin…
Saat ku bertemu denganmu…dalam syair yang tergurat
Namun…cinta ini telah membuatku kembali bertemu denganmu
Sejak kau hadir kembali di tatap sayuku…dalam binar bola hatiku
Kini…cinta ku tak kan pudar oleh sang waktu lagi
Walau itu hanyalah ilusi dan anganku semata
Namun…cintaku ini ....tak kan lagi bisa kuhapus kan dari kalbuku
Meski ku tahu…cinta tak kan pernah lelah mengejar asaku
untuk selalu mencintai….meski jauh dari jemari hatiku
Kamis, 03 Juni 2010
Puisi: Terhapus lara
Puisi: Terhapus lara
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Rayak, 02 Juni 2010
terhapus lara dalam dinginnya embun pagi
merayap perlahan menutup kalbu keheningan
membuka rona jingga cakrawala kehidupan
menabur sukma .......merajut asa
Melangkah dalam rasa tersentuh
menuai rindu dalam hentak luruhmu
merengkuh langit dalam semburat wajah menawan
memeluk hati dalam keresahan nan tergurat
Warna warni kemilau elokmu
mempesona kupu-kupu yang terbang berliku
dalam bayang-bayang keanggunan senyummu
memberiku semangat nan tak kunjung padam.....
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Rayak, 02 Juni 2010
terhapus lara dalam dinginnya embun pagi
merayap perlahan menutup kalbu keheningan
membuka rona jingga cakrawala kehidupan
menabur sukma .......merajut asa
Melangkah dalam rasa tersentuh
menuai rindu dalam hentak luruhmu
merengkuh langit dalam semburat wajah menawan
memeluk hati dalam keresahan nan tergurat
Warna warni kemilau elokmu
mempesona kupu-kupu yang terbang berliku
dalam bayang-bayang keanggunan senyummu
memberiku semangat nan tak kunjung padam.....
Rabu, 02 Juni 2010
Puisi: Senyummu telah mempesonaku
Puisi: Senyummu telah mempesonaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 06 Juni 2010
Mari kita renungkan perlahan-lahan
Kita dapat merasakan hati yang sedang bergejolak
Memutar dalam lingkaran yang tetap dan pasti
Tanpa tepi dan tanpa perhentian yang menetap
Dari pangkal hingga ke ujung dahan ini
Telah tersentuh rasa yang pernah kau ungkapkan
Pada langit yang biru ….
Pada mentari pagi yang bersinar cerah….
Keheningan hati telah menetapkan diri ini
Bahwa ….langkah ini telah mulai berliku
Mengitari perputaran yang panjang dan melelahkan
Berkaca pada beningnya mata air yang menetes di dedaunan kering
Sungguh benar kata terpatahmu yang lalu
Bahwa ….alam telah memberikan kehangatan pagi
Dan kesejukan jiwa….yang terpancar dari tetes embun pagi
Yang terpeluk mesra pada sang mentari pagi yang menghangatkan kalbu….
Senyummu telah mempesonaku….hingga ku terlena dalam bayang dirimu….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 06 Juni 2010
Mari kita renungkan perlahan-lahan
Kita dapat merasakan hati yang sedang bergejolak
Memutar dalam lingkaran yang tetap dan pasti
Tanpa tepi dan tanpa perhentian yang menetap
Dari pangkal hingga ke ujung dahan ini
Telah tersentuh rasa yang pernah kau ungkapkan
Pada langit yang biru ….
Pada mentari pagi yang bersinar cerah….
Keheningan hati telah menetapkan diri ini
Bahwa ….langkah ini telah mulai berliku
Mengitari perputaran yang panjang dan melelahkan
Berkaca pada beningnya mata air yang menetes di dedaunan kering
Sungguh benar kata terpatahmu yang lalu
Bahwa ….alam telah memberikan kehangatan pagi
Dan kesejukan jiwa….yang terpancar dari tetes embun pagi
Yang terpeluk mesra pada sang mentari pagi yang menghangatkan kalbu….
Senyummu telah mempesonaku….hingga ku terlena dalam bayang dirimu….
Puisi: Adakah kau datang padaku
Puisi: Adakah kau datang padaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 05 Mei 2010
Embun pagi mulai turun dari singgasananya
Menapak rerumputan hijau yang mulai menggeliat kedinginan
Menyiram rasa kebekuan akan alam yang berkabut
Membalut sukma dalam kesegaran yang merasuk kalbu
Jemari hatimu telah kau siram dengan mata air kerinduan
Rindu pada sang alam yang menyongsong udara pagi
Menghirup asap kehidupan yang mulai menari-nari
Membuka tabir alam yang tersembunyi dalam gelapnya sang dewi malam
Langkah kecil yang berlarian …..saling berlomba dengan sang waktu
Meraih asa…..
Menggapai sang bintang…
Merajuk rasa rindu….
Semuanya dalam keceriaan yang berpasang-pasangan
Hati ini sudah semakin larut dalam batas kehidupan alam
Membelai pundak rasa yang terhanyut dalam bayang senyummu
Yang mebuat sang Pelangi terpaku lirih dalam keterpanaannya
Dalam langkah kecilnya yang menarikan tuts komputer di jemarinya….
Mengukir nama indahmu dalam puisinya yang tersentuh rasa …cinta …padamu…
Adakah kau datang padaku….untuk diriku….selamanya…..?
Kuharap….kata …iya …dalam jawabmu….yang merdu merajuk….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 05 Mei 2010
Embun pagi mulai turun dari singgasananya
Menapak rerumputan hijau yang mulai menggeliat kedinginan
Menyiram rasa kebekuan akan alam yang berkabut
Membalut sukma dalam kesegaran yang merasuk kalbu
Jemari hatimu telah kau siram dengan mata air kerinduan
Rindu pada sang alam yang menyongsong udara pagi
Menghirup asap kehidupan yang mulai menari-nari
Membuka tabir alam yang tersembunyi dalam gelapnya sang dewi malam
Langkah kecil yang berlarian …..saling berlomba dengan sang waktu
Meraih asa…..
Menggapai sang bintang…
Merajuk rasa rindu….
Semuanya dalam keceriaan yang berpasang-pasangan
Hati ini sudah semakin larut dalam batas kehidupan alam
Membelai pundak rasa yang terhanyut dalam bayang senyummu
Yang mebuat sang Pelangi terpaku lirih dalam keterpanaannya
Dalam langkah kecilnya yang menarikan tuts komputer di jemarinya….
Mengukir nama indahmu dalam puisinya yang tersentuh rasa …cinta …padamu…
Adakah kau datang padaku….untuk diriku….selamanya…..?
Kuharap….kata …iya …dalam jawabmu….yang merdu merajuk….
Puisi: Aku sayang padamu
Puisi: Aku sayang padamu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 04 Mei 2010
Rasa ini sudah tak tertahankan lagi
Untuk bersua denganmu dalam kehampaan hati
Yang telah kususun dalam cemara langkahku
Menggunung dalam cerianya hatiku yang tersipu….
Kucoba membuka tabir indah wajahmu
Rasa di hatimu….
Juga harapanmu pada sang gunung yang tinggi
Ku ingin mendapatkan rahasia cintamu ….tentangku ….
Semakin lama waktu semakin berjalan cepat…
Semakin indah kurasakan cintamu yang membara
Membuat daku makin sayang padamu
Menautkan jaring cinta dalam hamparan rerumputan pundak ku yang tersentuh rasa
Kurasakan rasa ini semakin menggebu dalam puncak asmaraku
Merobek-robek rasa ilusiku untuk selalu bersamamu
Menjalin rasa yang hanya ada di bayang indahmu
Memeluk erat dalam genggaman tali asmaraku yang kutautkan ….padamu….
Hanya didirimulah …rasa sayangku tercurahkan dalam kelembutan malam yang berpadu rasa…
Menorehkan rasa indah di hati ku yang terpendam rasa cinta padamu….yang mempesonaku….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 04 Mei 2010
Rasa ini sudah tak tertahankan lagi
Untuk bersua denganmu dalam kehampaan hati
Yang telah kususun dalam cemara langkahku
Menggunung dalam cerianya hatiku yang tersipu….
Kucoba membuka tabir indah wajahmu
Rasa di hatimu….
Juga harapanmu pada sang gunung yang tinggi
Ku ingin mendapatkan rahasia cintamu ….tentangku ….
Semakin lama waktu semakin berjalan cepat…
Semakin indah kurasakan cintamu yang membara
Membuat daku makin sayang padamu
Menautkan jaring cinta dalam hamparan rerumputan pundak ku yang tersentuh rasa
Kurasakan rasa ini semakin menggebu dalam puncak asmaraku
Merobek-robek rasa ilusiku untuk selalu bersamamu
Menjalin rasa yang hanya ada di bayang indahmu
Memeluk erat dalam genggaman tali asmaraku yang kutautkan ….padamu….
Hanya didirimulah …rasa sayangku tercurahkan dalam kelembutan malam yang berpadu rasa…
Menorehkan rasa indah di hati ku yang terpendam rasa cinta padamu….yang mempesonaku….
Puisi: Bilakah kau datang padaku
Puisi: Bilakah kau datang padaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 03 Mei 2010
Bilakah kau datang padaku membawakan cintamu
Membawakan rasa rindu untuk ku yang menantimu
Dalam keterbukaan hati yang sudah lama kupendam
Menanti sentuhan hatimu yang kudamba selalu…..
Bilakah kau memandang sekuntum mawar ini ….untukmu
Yang hanya kuperuntuk kan buatmu seorang
Dalam hati yang penuh harap cemas padamu
Pada sang bintang yang berkelip di angkasa nan temaram…..
Bilakah waktu kan datang menjabat tanganku
Untuk terbang bersama keharmonisan nuansa perasaanmu
Yang lepas dalam sanubari keindahanmu
Menggapai impian bersama….dalam peluk indahnya cinta kita….berdua….
Indahnya wajah mu telah membuyarkan semua angan hatiku
Membuat ku semakin terpesona oleh keanggunan sikap pribadimu
Yang sederhana dan cerdas dalam pemikiranmu
Meraih cita dan asa yang terhampar dalam kalbu asamu yang memancar berkilau….
Dapatkah kita membagi hati ini …..dalam keceriaan esok nan menjelang….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 03 Mei 2010
Bilakah kau datang padaku membawakan cintamu
Membawakan rasa rindu untuk ku yang menantimu
Dalam keterbukaan hati yang sudah lama kupendam
Menanti sentuhan hatimu yang kudamba selalu…..
Bilakah kau memandang sekuntum mawar ini ….untukmu
Yang hanya kuperuntuk kan buatmu seorang
Dalam hati yang penuh harap cemas padamu
Pada sang bintang yang berkelip di angkasa nan temaram…..
Bilakah waktu kan datang menjabat tanganku
Untuk terbang bersama keharmonisan nuansa perasaanmu
Yang lepas dalam sanubari keindahanmu
Menggapai impian bersama….dalam peluk indahnya cinta kita….berdua….
Indahnya wajah mu telah membuyarkan semua angan hatiku
Membuat ku semakin terpesona oleh keanggunan sikap pribadimu
Yang sederhana dan cerdas dalam pemikiranmu
Meraih cita dan asa yang terhampar dalam kalbu asamu yang memancar berkilau….
Dapatkah kita membagi hati ini …..dalam keceriaan esok nan menjelang….
Puisi: Alam mulai bernyanyi merdu
Puisi: Alam mulai bernyanyi merdu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 02 Juni 2010
Nampak cahaya kemilau menyinari bukit nan hijau
Memancarkan sinarnya yang berwarna-warni
Dalam selimut alam nan cantik jelita
Mendekap lirih dalam peluk sang dedaunan yang mongering
Burung-burung kecil mulai bernyanyi merdu…riuh
Memanggil sang kumbang untuk menari bersama-sama
Terbang dalam kepak sayap nan saling bergantian
Dalam kegembiraan yang meluap bersama sang dahan ranting
Tinggi camar terbang tak terketukkan oleh sang mata hati
Memanggil sang awan yang tersenyum memutih elok
Menunduk malu pada sang mentari pagi yang bersimpati padanya
Mengukir nama indah dalam peluk dada yang bergemuruh menderu
Sudahkah rasa ini terhentak menanti sang embun pagi yang bersolek cantik
Adakah rasa ini tersentuh oleh kehadiran sang bunga mawar di taman bungamu
Hanya dirimulah sang bidadari yang memandang lembut padaku
Menjangkau daku yang terpana dalam kesepian yang merayap perlahan
Alam mulai bernyanyi merdu dalam seruling impianku yang kutiup penuh perasaan
Memanggil nama indahmu dalam bayang impian yang tergoreskan tarian penaku….
Senyum elokmu telah meruntuhkan nyali hatiku ….untuk selalu mengenangmu…selalu…
Menawarkan hati yang tertunduk luruh pada sang bidadari yang memandangku sayu….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 02 Juni 2010
Nampak cahaya kemilau menyinari bukit nan hijau
Memancarkan sinarnya yang berwarna-warni
Dalam selimut alam nan cantik jelita
Mendekap lirih dalam peluk sang dedaunan yang mongering
Burung-burung kecil mulai bernyanyi merdu…riuh
Memanggil sang kumbang untuk menari bersama-sama
Terbang dalam kepak sayap nan saling bergantian
Dalam kegembiraan yang meluap bersama sang dahan ranting
Tinggi camar terbang tak terketukkan oleh sang mata hati
Memanggil sang awan yang tersenyum memutih elok
Menunduk malu pada sang mentari pagi yang bersimpati padanya
Mengukir nama indah dalam peluk dada yang bergemuruh menderu
Sudahkah rasa ini terhentak menanti sang embun pagi yang bersolek cantik
Adakah rasa ini tersentuh oleh kehadiran sang bunga mawar di taman bungamu
Hanya dirimulah sang bidadari yang memandang lembut padaku
Menjangkau daku yang terpana dalam kesepian yang merayap perlahan
Alam mulai bernyanyi merdu dalam seruling impianku yang kutiup penuh perasaan
Memanggil nama indahmu dalam bayang impian yang tergoreskan tarian penaku….
Senyum elokmu telah meruntuhkan nyali hatiku ….untuk selalu mengenangmu…selalu…
Menawarkan hati yang tertunduk luruh pada sang bidadari yang memandangku sayu….
Langganan:
Postingan (Atom)