Rabu, 02 Juni 2010

Puisi: Keheningan diri

Puisi: Keheningan diri
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 01 Juni 2010

Malam semakin larut dalam sinarnya
Memancarkan sukma yang terpendam lara
Mematut jiwa dalam keheningan yang mandiri
Melebur dalam kesendirian yang tersendau

Temaramnya sang rembulan menggugah nuansa alam
Menggigil dalam dinginnya embun malam yang tersentuh
Mengulang bait kata yang tak terucap lirih
Memendam rasa nan tak terjangkau oleh sang waktu

Jauh sudah langkah ini tersendirikan
Menggapai angan nan tak terbalas pilu
Mengusap jemari elok nan terpisah jauh
Tak kan ada lagi nada indah dalam tembang yang mengalun sendu

Mengusap lengan nan putih merajuk
Membuka tabir dalam keremangan alam yang terbuai lelah
Terlena dalam peluk hangat sang dewi malam
Menanti dalam kepasrahan yang tersurat tanpa tepi pangkal

Pasrah dalam keheningan diri yang membisu….

Puisi: Siramilah diri ini

Puisi: Siramilah diri ini
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 05 Juni 2010

Siramilah diri ini dengan air cintamu
Air yang dapat membuatku terhanyut dalam putaran arusmu
Yang meliuk berliku-liku
Mengalir dalam palung rasa yang tak pernah ku tahu maknanya

Meski ku sandarkan hati ini pada kuningnya butir padi di sawah
Atau ku luruhkan hati ini pada sang dahan Pinus di bukit yang terjal
Kau tak kan tahu….makna semua ini
Makna yang memberiku inspirasi untuk bangkit kembali dari rasa lunglaiku

Sudah kucoba untuk berdiri tegar lagi di batu yang tergores ini
Namun….ukiran di batu ini masih menyimpan gejolak jiwaku yang terpuruk
Yang terhentak oleh rasa rindu yang tak terkesampaikan oleh sang hujan
Karena …dinginnya malam telah menyudutkan rasa yang tertinggal di lapuk usia

Kini…kucoba lagi…untuk menghimpun rasa rindu ini di tulang sumsumku
Agar kembali dapat mengingat kenangan lama yang terbuang jauh
Yang lamat ku lihat lagi …dirimu yang terpaku dalam bayang mimpiku
Yang mencoba meraih harapanku ….untuk merengkuh dalam peluk hangatmu yang dingin….

Terasa keheningan menusuk kelamnya malam
Menyepi dalam sudut langit yang membisu
Meresap dalam sinar cahaya yang meluruh
Terdiam lirih….tanpa kata sapa lagi….darimu…
………senyap …….

Puisi: Adakah hari indah untuk ku

Puisi: Adakah hari indah untuk ku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 04 Juni 2010

Biarlah sang angin bertiup sepoi melenakanku
Biarlah sang awan terus berarak dalam putihnya senyummu
Karena ku tahu…engkau baru dimanja oleh anganmu yang melayang
Yang memancar dalam indahnya kuntum bunga di taman hatimu

Samar ku dengar alunan merdu suara mu yang memanggil namaku
Dalam sunyinya alam yang menanti sang Camar yang terbang melayang
Menunggu dengan penuh kesabaran hati
Merajuk dalam keterpanaan diri yang membias

Kemesraan sang alam dengan langit telah merajut keanggunan jiwamu
Yang kau siramkan dalam palung sanubariku
Agar tetap basah oleh kesejukan jiwamu
Yang tetap kau pendarkan dalam sisi relung hatiku….yang merindukanmu….

Ku tahu…engkau masih terpekur dalam lamunanmu
Mengingat kenangan lama yang tak berujung tepi
Tanpa rasa sentuhan sang mentari pagi
Meski ….harapan untuk itu ada….dalam benak yang tersipu lirih….

Awan terus membayang dalam indahnya sukma yang tersentuhkan rasa itu….
Rasa yang membuat ku bertanya….Adakah hari indah untuk ku…..
Yang ku tahu…aku tak tahu…
Entahlah….aku sendiri tak mengerti tentang dirimu….

Puisi: Kembalilah padaku

Puisi: Kembalilah padaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com/
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 03 Juni 2010

Seuntai bunga mekar ini….telah kupetik dari taman hatiku
Telah kubelai dengan segenap perasaan hatiku
Agar selalu mekar mewangi dalam pendam hati
Yang tersiram oleh embun pagi yang membasahiku

Aku tak kuasa untuk kembali memanggil namamu
Aku merasa tak mampu lagi untuk….menyebut namamu
Karena ….kau terlalu indah untuk ku….yang mendambamu
Meski ku tahu….aku tak tahu …apa yang ada di lubuk hatimu

Ku hanya berharap …padamu…
Kembalilah padaku…. Bila kau mau mengukir indahnya namaku
Dalam hati dan perasaan terdalammu
Yang mungkin….aku tak bisa menerka …tentangmu…padaku…

Biarlah…bunga ini tetap dalam genggamanku
Biarlah hujan turun rintik dalam pembaringan rinduku
Walau ku tahu…kau hanya bisa memandang rasa ini
Namun…aku berharap…rasa ini…menyentuh rasa di hatimu yang terpendam….

Puisi: Bersabar

Puisi: Bersabar
Oleh: Andin Adyaksantoro
Palangka Raya, 02 Juni 2010

Sudah berkali-kali ku datangi dirimu
Sudah berulang kali …ku tengok dirimu…
Dan ….sudah bersabar hati….ku selalu memperhatikanmu…
Namun….kau tetap tak peduli padaku…..

Aku mengerti….
Betapa kau amat membenci padaku…
Namun….justru itu yang membuatku penasaran kepadamu…
Mengapa….kau membenci diriku….

Mungkin….selama ini….
Aku tak pernah menyapamu….
Atau….aku tak pantas berteman denganmu…
Tak apalah….biarlah …sang waktu yang kan mengungkapnya….

Mungkin…aku bukanlah sosok yang terbaik menurutmu
Yang pantas menjadi teman hatimu
Yang kan mengobati luka di hatimu….
Namun….aku kan tetap bersabar ….untuk selalu memperhatikan mu….

Puisi: Tak kenal menyerah

Puisi: Tak kenal menyerah
Oleh: Andin Adyaksantoro
Palangka Raya, 01 Juni 2010

Daku berpikir….
Apakah daku tak pantas menemanimu
Apakah rasa perhatianku padamu….tak kau pikirkan….
Apalagi yang harus kulakukan untuk mu….

Meski ….kau selalu berpaling dariku
Selalu menjauh dariku …..yang mengikutimu
Namun…..aku tak kan kenal menyerah untuk meraih hatimu
Karena ….dikaulah …inspirasiku….semangatku…..

Kan kubuktikan….bahwa aku pantas mendampingimu
Kan kutunjukkan ….bahwa aku yang terbaik ,,,,untukmu…
Yang kan membuatmu …bangga…dan sayang padaku….
Dan ….kau kan tersanjung….karenanya……

Sabtu, 29 Mei 2010

Puisi: Telah kumaafkan

Puisi: Telah kumaafkan
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 31 Mei 2010

Telah kumaafkan rasa maafmu padaku…
Telah kulupakan kejadian lalu dari hatiku
Jangan kau ulangi lagi…padaku
Karena …kaulah curahan hatiku….belahan jiwaku….

Jangan bermain hati lagi pada yang lainnya….
Karena ….kaulah semangatku yang membara
Semangat yang tak kan pernah kenal kata menyerah
Untuk selalu menatapmu….menjagamu…memperhatikanmu….

Aku ingin ….kau mencintaiku setulus hati…
Jangan menduakan diriku….
Karena ….hanya dirimulah pilihan cintaku
Yang tak kan kubagi pada siapa pun jua….
Jangan lukai hatiku yang rapuh ini…..