Puisi: Camar pun tersenyum padaku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 14 April 2010
Bila ku pandang langit yang membiru di angkasa
Dan buaian debur ombak di laut yang mengalun seirama
Kan terasa ada kedamaian di hatiku yang mendera
Yang lama …..tak pernah kurasakan mengisi hatiku….
Sejak dirimu hadir di hatiku yang mengagumimu….
Daku merasakan nuansa alam yang berlainan di jiwaku
Nuansa hati yang penuh dengan rasa cinta akan seorang kekasih….
Yang nyaris tak pernah kuimpikan dalam senandung nyanyian hidupku….
Kulihat di atas awan yang putih ber arak….
Burung camar terbang dengan riangnya….
Mengepakkan sayapnya yang indah kepadaku…
Tersenyum simpatik padaku….yang mengagumi keanggunan dirimu…
Yang menantiku …di seberang laut sana….dengan penuh harap….
Sabtu, 29 Mei 2010
Puisi: Terbanglah tinggi-tinggi
Puisi: Terbanglah tinggi-tinggi
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 13 April 2010
Pernah daku berpikir untuk meninggalkanmu…
Jauh dan jauh …pergi dari dirimu….yang mencintaiku…
Namun…rasa itu tak pernah terwujudkan….
Karena…ternyata …aku mencintaimu….dengan segenap jiwaku…
Aku tak bisa berbuat apa pun tanpa dirimu di sampingku…
Karena kaulah bara api semangatku…
Kaulah motor jiwaku yang menggerakkan roda jantungku…
Membuat hidupku terasa damai dan bahagia…..
Terbanglah tinggi-tinggi ke angkasa
Raihlah bintang di langit yang gemerlap
Kan kau dapatkan rasa anggun yang cantik di hatimu
Untuk ku yang selalu menantimu …di sini….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 13 April 2010
Pernah daku berpikir untuk meninggalkanmu…
Jauh dan jauh …pergi dari dirimu….yang mencintaiku…
Namun…rasa itu tak pernah terwujudkan….
Karena…ternyata …aku mencintaimu….dengan segenap jiwaku…
Aku tak bisa berbuat apa pun tanpa dirimu di sampingku…
Karena kaulah bara api semangatku…
Kaulah motor jiwaku yang menggerakkan roda jantungku…
Membuat hidupku terasa damai dan bahagia…..
Terbanglah tinggi-tinggi ke angkasa
Raihlah bintang di langit yang gemerlap
Kan kau dapatkan rasa anggun yang cantik di hatimu
Untuk ku yang selalu menantimu …di sini….
Puisi: Ketulusanmu tak berubah
Puisi: Ketulusanmu tak berubah
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 12 April 2010
Ketulusan hatimu telah merubah hidupku
Merubah untuk selalu mencintaimu…selalu
Meski…dulu…ku tak peduli pada dirimu
Namun….akhirnya ku menyerah…karena cintamu yang tulus
Ketulusanmu tak berubah…meski ku bermain hati
Kegigihanmu untuk meraih hatiku …kuakui…memang gigih…
Membuatku tak berdaya ….menghadapi rasa cintamu padaku…
Yang dulu… nyaris tak kurasakan…setetes pun….
Kini…rasa itu mulai berdebur di hatiku
Menggulung ombak …..menerjang ke batu karang yang kokoh
Menggapai mimpi indahmu ….tentangku…
Yang kini…aku hanya bisa …memandangmu…dengan penuh rasa sayang…
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 12 April 2010
Ketulusan hatimu telah merubah hidupku
Merubah untuk selalu mencintaimu…selalu
Meski…dulu…ku tak peduli pada dirimu
Namun….akhirnya ku menyerah…karena cintamu yang tulus
Ketulusanmu tak berubah…meski ku bermain hati
Kegigihanmu untuk meraih hatiku …kuakui…memang gigih…
Membuatku tak berdaya ….menghadapi rasa cintamu padaku…
Yang dulu… nyaris tak kurasakan…setetes pun….
Kini…rasa itu mulai berdebur di hatiku
Menggulung ombak …..menerjang ke batu karang yang kokoh
Menggapai mimpi indahmu ….tentangku…
Yang kini…aku hanya bisa …memandangmu…dengan penuh rasa sayang…
Puisi: 'kan kuisi relung hatiku
Puisi: ‘Kan kuisi relung hatiku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 11 April 2010
Setelah sekian lama tak bersua dengan mu
Aku mulai merasakan sepi yang menyayat hati
Rasa sepi yang mulai mengobarkan rasa deritaku
Rasa yang belum pernah ada….saat bersamamu….dulu….
‘Kan kuisi relung hatiku dengan titik semangat baru lagi
Yang kubuat dan kuangankan dalam ilusiku
Yang menapak dalam langkah jejakku yang terabaikan
Yang mencerminkan rasa gelisahku dalam kemandirianku….
Sampai kini…ku tak mengerti….
Mengapa dikau pergi meninggalkanku ….
Tanya yang tak pernah terjawab di kalbuku…
Rasa yang tak kan pernah pupus dalam ingatanku…tentangmu…., kasih…
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 11 April 2010
Setelah sekian lama tak bersua dengan mu
Aku mulai merasakan sepi yang menyayat hati
Rasa sepi yang mulai mengobarkan rasa deritaku
Rasa yang belum pernah ada….saat bersamamu….dulu….
‘Kan kuisi relung hatiku dengan titik semangat baru lagi
Yang kubuat dan kuangankan dalam ilusiku
Yang menapak dalam langkah jejakku yang terabaikan
Yang mencerminkan rasa gelisahku dalam kemandirianku….
Sampai kini…ku tak mengerti….
Mengapa dikau pergi meninggalkanku ….
Tanya yang tak pernah terjawab di kalbuku…
Rasa yang tak kan pernah pupus dalam ingatanku…tentangmu…., kasih…
Puisi: Rasa sepi ini
Puisi: Rasa sepi ini
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 10 April 2010
Rasa sepi ini telah membawa hikmah bagiku
Memberiku pelajaran yang berharga
Agar selalu mengisi ruang waktu yang terabaikan
Oleh rasa mimpi yang tak berkesudahan ….tentangmu….
Apalagi yang dapat kuharapkan dari diri ini
Bila sudah tak bisa lagi bersua denganmu…yang jauh di sana
Menanti….dan terus menanti tanpa ujung pangkal yang pasti
Membuat diriku makin terpuruk dalam kesendirianku….
Apakah kau masih mendengarkan rasa resahku ini….
Yang selalu bergetar saat menuliskan namamu…
Saat menyebutkan nama indahmu di hatiku
Saat bibirku terucap nama indah yang pernah bersamaku…..
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 10 April 2010
Rasa sepi ini telah membawa hikmah bagiku
Memberiku pelajaran yang berharga
Agar selalu mengisi ruang waktu yang terabaikan
Oleh rasa mimpi yang tak berkesudahan ….tentangmu….
Apalagi yang dapat kuharapkan dari diri ini
Bila sudah tak bisa lagi bersua denganmu…yang jauh di sana
Menanti….dan terus menanti tanpa ujung pangkal yang pasti
Membuat diriku makin terpuruk dalam kesendirianku….
Apakah kau masih mendengarkan rasa resahku ini….
Yang selalu bergetar saat menuliskan namamu…
Saat menyebutkan nama indahmu di hatiku
Saat bibirku terucap nama indah yang pernah bersamaku…..
Puisi: Dedaunan kini telah kering
Puisi: Dedaunan kini telah kering
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 09 April 2010
Bila ku ingat akan rona wajahmu yang rupawan
Aku selalu tak bisa makan dengan kenyang….
Aku tak bisa tidur dengan nyenyak bersama bayangmu
Karena wajahmu telah membuatku ….memikirkanmu….
Dahan dan ranting pohon ini telah mengelupas karena termakan usia
Dedaunan kini telah kering oleh tebalnya debu yang menempel di atasnya
Dan sebentar lagi terjatuh dan terbawa sang bayu yang terbang berkeliling
Mengitari pohon yang sudah semakin terpuruk oleh sang waktu….
Demikian pula dengan diriku ….kini…
Yang semakin luruh oleh derasnya air yang memancar dari hatiku
Karena memikirkan bayang indahmu yang menari di pelupuk mataku
Yang lama tak bersua dengan dirimu….yang entah kini…berada di mana….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 09 April 2010
Bila ku ingat akan rona wajahmu yang rupawan
Aku selalu tak bisa makan dengan kenyang….
Aku tak bisa tidur dengan nyenyak bersama bayangmu
Karena wajahmu telah membuatku ….memikirkanmu….
Dahan dan ranting pohon ini telah mengelupas karena termakan usia
Dedaunan kini telah kering oleh tebalnya debu yang menempel di atasnya
Dan sebentar lagi terjatuh dan terbawa sang bayu yang terbang berkeliling
Mengitari pohon yang sudah semakin terpuruk oleh sang waktu….
Demikian pula dengan diriku ….kini…
Yang semakin luruh oleh derasnya air yang memancar dari hatiku
Karena memikirkan bayang indahmu yang menari di pelupuk mataku
Yang lama tak bersua dengan dirimu….yang entah kini…berada di mana….
Puisi: Seandainya kau milik ku
Puisi: Seandainya kau milikku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 08 April 2010
Seandainya kau milikku ….
Kau kan kusayang dan kukasihi selalu
Kan kubawakan bunga indah di hatimu
Yang harum semerbak dan mewangi sepanjang hari
Seandainya kau menjadi milik ku….
Apa yang kau pinta …..kan ku turuti dengan segenap kemampuanku
Agar kau tak kan pernah meninggalkanku seorang diri
Kan kujaga bunga di hatimu dengan sebaik-baiknya….
Seandainya kau menjadi bunga indahku yang elok
Kan kubuatkan taman surga buatmu
Agar kau selalu merasa bahagia bersamaku
Kini….dan esok hari….selamanya….
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
Palangka Raya, 08 April 2010
Seandainya kau milikku ….
Kau kan kusayang dan kukasihi selalu
Kan kubawakan bunga indah di hatimu
Yang harum semerbak dan mewangi sepanjang hari
Seandainya kau menjadi milik ku….
Apa yang kau pinta …..kan ku turuti dengan segenap kemampuanku
Agar kau tak kan pernah meninggalkanku seorang diri
Kan kujaga bunga di hatimu dengan sebaik-baiknya….
Seandainya kau menjadi bunga indahku yang elok
Kan kubuatkan taman surga buatmu
Agar kau selalu merasa bahagia bersamaku
Kini….dan esok hari….selamanya….
Langganan:
Postingan (Atom)