Selasa, 02 Februari 2010

Puisi: Kau hadir dengan senyummu

Puisi: Kau hadir dengan senyummu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 02 Pebruari 2010


Saat sang Pucuk Pinus mulai melambaikan dedaunan hijaunya...
saat sang Nyiur bergoyang menyejukkan sang bayu yang semilir
saat sang Ombak bergulung menidurkan air laut yang bergelora....
Kau datang dengan langkah yang gemulai mengajak ku untuk menggandeng tanganmu

Sesaat ku hanya terpana memandangmu
tertegun ...tanpa bisa berkata indah padamu
tanpa bisa meraih lenganmu yang elok
yang membuatku terpesona dalam anganku

Kau hadir dengan senyum mu yang menawan
yang membuat daku merasa tenang dan damai
yang melelapkan tidurku di saat sang Purnama berpijar di relungku
saat itulah ....dirimu merengkuh daku dalam peluk hangatmu...

Terasa hangat ...dan damai dalam peluk hangatmu
terasa ada ketenangan yang memegangku untuk tidak melepasmu
serasa daku di pebukitan indah yang menyejukkan
yang membuatku betah berdiam di peluk hangatmu yang lembut...

Lama kita tidak bersua
lama kita tidak saling canda tawa bersama
kau ada di sana....di seberang pulau
daku di sini...dalam keheningan yang menyendiri
tanpa dirimu di sisiku...

Kenangan indah bersamamu telah usai
kini kau kembali hadir di hadapanku
di peluk hangatku yang tak kan kulepaskan lagi...
yang tak ku ijinkan lagi untuk berlalu dari sisiku
selamanya... meski kau memintaku ...

Kuharap kau mengerti ...mengapa aku merindukanmu
aku telah lelah dan letih menantimu
telah jauh aku melangkah mencarimu
telah redup lilin ini untuk menerangimu

Sinar mentari telah menjadikanku sebagai temannya
sang Awan telah melindungiku untuk beristirahat di bawahnya
dan sang hujan pun tak kan turun ....kalau kau belum datang ke sisiku
semuanya ...menginginkan dirimu menjadi kekasihku...selamanya...
apakah aku salah... bila memintamu seperti ini....?

Puisi: Nyaris tak terdengar

Puisi: Nyaris tak terdengar
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 02 Pebruari 2010


Terasa kelu lidahku saat ku ingin mengatakannya padamu
terasa kaku ....tubuhku saat ku ingin meraih lenganmu
terasa jenuh ...pikiranku ...saat ku ingin merindu padamu...
entah kenapa ...hati ini ...tak bisa kuajak bercengkerama....

Malam semakin larut dalam temaramnya sang rembulan
tetes embun turun membasahi rerumputan kering yang terpana
menerpa keheningan malam yang semakin memukau hati
menyusup relung-relung hati yang merindukan dirimu

Senandung dewi malam telah menepuk bahuku yang terasa letih
resah dan gelisah menemani hari-hariku yang sepi melenakan ku
membuat diriku semakin jauh dari hangatnya sinar mentari
yang mencari asa ku yang semakin pudar dalam redupnya lilin kecil

Aku merasa diriku semakin memudar dalam langkah sesalmu
semakin menghilang dari kabut pandangan redup mu
yang menjauh dan ....makin menjauh...
akhirnya hilang...lenyap ...ditelan sang awan yang memutih kapas...

Rinai sang hujan turun rintik dalam senja yang makin temaram
mendinginkan suasana alam yang semakin menepi
merayap dalam kebekuan yang merintih sendu
membuat diriku terlelap dalam bayang mimpi yang tak bertepi

Kerinduan ini semakin mengiris relung hatiku
yang kucoba untuk tetap tegar menatap sang Purnama
namun...sang bintang berusaha menutupinya
dengan kerlap kerlip sinarnya yang kemilau

Apakah rasa ini ...juga ada pada dirimu
yang kunanti dalam pandangan yang makin menjauh
yang samar kuterbangun karena bisik lembutmu
bisik merdu yang nyaris tak terdengar lagi di relung hatiku...

Senin, 01 Februari 2010

Puisi: Ketika kau ada di depanku

Puisi: Ketika kau ada di depanku
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 01 Pebruari 2010


Ketika kau ada di depanku ...menatapku sendu...
ku coba memahami alam pikiranmu
ku coba untuk menyelami isi hatimu
ku berusaha mengerti maksud tatapan matamu yang indah

namun... aku tak bisa...
daku sudah mencobanya ...dan mencobanya lagi...
sudah berulang kali ku coba untuk memahami secerah sinar mentari di langit
namun... aku tak berhasil.... kau hanya memandangku sebagai sahabatmu....

Mengapa kau permainkan hati rindu ini
mengapa kau selalu bersembunyi di balik seribu alasan
agar daku melupakan dirimu ....yang kudamba....
agar daku menjauh dari mu ....yang kunanti...

Sahabat....
apakah ada cara lain...agar aku bisa menyentuh hatimu...
apakah ada Bintang lain yang telah memeluk lembut hatimu...
aku tak tahu...., namun ...aku ingin ...kau ada di hatiku yang terindah....

Sahabat....
bilakah hari ini kan kau jawab pertanyaan ku yang mudah ini...
bilakah kau bersedia menerima ku...atau menolak ku...
aku kan terima dengan segala kerinduanku...
meski ...akhirnya...daku kan terluka karenanya....

Setiap desir angin selalu menyapa lembut keinginanku padamu
setiap detak jantung ini ...selalu mendengarkan nada suaramu yang merdu
namun...mengapa hati indahmu tak juga berpaling untuk ku ...
apakah...selamanya...daku kan sendiri...dalam ketidakpastian darimu...

Sahabat...
mungkin...saat ini...dirimu belum menemukan berlian ku di hati indahmu
mungkin dirimu masih merasa ragu dengan sang Pelangi yang berkejap
tak apalah...hati ini memang tak bisa kuajak berjalan bersamamu
bersanding dalam temaramnya lilin kecil yang berpendar di malam gelap....

Puisi: Rasa ini telah hilang

Puisi: Rasa ini telah hilang
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 01 Pebruari 2010


Rasa ini sekarang telah hilang dari kelelahanku
daku telah letih untuk mengejar bayang indahmu
bayang yang lama kurindukan di dirimu
yang selalu pergi dan menghilang dari pandanganku

Hati ini sudah susah untuk kuajak kompromi lagi
sudah letih untuk menyepakati ajakan ku untukmu
sudah lelah untuk berlari lagi mengikuti dirimu
yang selalu berpaling dan menjauh dari diriku

Apakah akan selamanya daku tak memperoleh jawabanmu
apakah akan seterusnya kau tak mau bercerita padaku
tentang rasa ini padamu
tentang kerinduanku padamu yang menggejolak di dada yang elok ini....

Rasa rindu ini telah lama kupendam
telah lama kutaman dalam-dalam di relung hatiku
yang kan kugali dan kupersembahkan buatmu seorang...
namun...nampaknya dirimu tak menginginkan kerinduanku ini

Aku berusaha sekuat tenaga untuk mempedulikanmu
aku berusaha untuk selalu memperhatikanmu
namun... kau tetap berdiri teguh bagai batu karang di laut
yang tak kan goyah oleh bisik lembut kerinduanku ....

Daku sudah tak bisa berbuat lebih lagi untukmu
daku sudah tak berdaya lagi mengikuti arus keinginanmu
mungkin ...di hatimu ...bukan aku sang Pelangi yang kau sentuh di hatimu
atau ...aku mungkin... sang Pelangi bayanganmu ...di saat kau dalam kesendirian...

Biarlah...sang Awan terus menutup pintu kelembutannya...
biarlah ...sang rintik hujan terus mengguyur hati luruh ini...
kubiarkan hati indah ini...tersiram embun pagi di sela rerumputan yang merindu
yang tak kan lagi terlihat kemilaunya sang Pelangi yang berpendar indah...

Puisi: Ketika aku mencintaimu

Puisi: Ketika aku mencintaimu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com
Palangka Raya, 01 Pebruari 2010


Ketika aku mencintaimu....
kurasakan seluruh alam ini bersenandung riang padaku
kurasakan nada indah dari langit yang membiru
kurasakan getar bisik lembut suaramu yang merdu
kurasakan seluruh jiwaku menyebut namamu...dengan indahnya...

Ketika aku mencintaimu...
terasa aku kan hidup seratus tahun lagi
terasa ringan dan muda lagi langkah hidupku
yang dulu terasa panjang dan melelahkan...

Aku terpesona pada rona wajah dan kecantikan hatimu
yang lembut dan anggun dalam penampilanmu kini
yang saat kusentuh terasa berdesir sang angin yang bertiup
terasa nada iri dari sang Pelangi yang berkemilau sejuta warna

Aku bagaikan seorang lelaki yang paling bahagia saat ini
saat ku utarakan rasa ini padamu
saat kudengar bisik lembut suaramu yang terasa indah di hati
kau pun juga mencintaiku setulus hati...sepenuh jiwa...

Kubelai rambutmu yang hitam tergerai lembut di bahumu
menawan dan mempesona sang Purnama yang tersenyum bahagia
membuat iri sang bintang di angkasa yang tertunduk malu
melihat ku bersanding dengan dirimu..., kasihku...

Aku merasa bahagia....
kau pun juga merasakan kebahagian itu
kuremas jemarimu ...kau pun juga begitu...
daku tak ingin...malam ini cepat berlalu dari sisiku
daku merasa ingin selalu bersamamu....selamanya..., kasih...

Janganlah rasa ini .....hilang dari ingatanku
janganlah rasa ini ....luluh dari hatiku
aku ingin kau tetap mencintaiku selamanya...
seperti daku...yang ingin selalu bersamamu...dalam nada kerinduan yang sama...

Puisi: Tak ada lagi duka lara

Puisi: Tak ada lagi duka lara
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com
Palangka Raya, 01 Pebruari 2010


Tak ada lagi duka lara di hati ini
tak ada lagi rasa pahit di minuman ini
tak ada lagi rasa sedih di pundak ini
semuanya telah berseri dan ceria kembali

kau telah mengirim surat balasan dariku
yang kau tujukan buatku seorang
yang isinya tentang rasa rindumu padaku
yang lama tak terobati dalam kesendirianmu

engkau kini telah mengerti mengapa daku pergi darimu
engkau telah memahami keinginanku meninggalkanmu
kau sekarang lebih bijak dan lebih dewasa
karena kau kini bisa merenungi ....mengapa daku pergi...

Sejak lama aku ingin pergi sejenak darimu
pergi ke tempat yang dapat membuatku bahagia
ke tempat dimana aku dapat berekspresi
tempat di mana aku dapat menggali emas berlian untukmu seorang....

Mungkin lama kau tidak memahami isi hatiku
kau menganggapku sebagai lelaki yang tidak terbuka padamu
namun...aku telah menceritakannya padamu ...sejujurnya...
namun...saat itu...kau tidak mau mengerti...dan malah meninggalkanku sendiri
dalam kesedihan rasa yang tak dapat kumengerti hingga kini....

Akhirnya....setelah kubaca suratmu itu...
aku akhirnya bisa bernafas lega lagi...
karena kau tak kan lagi pergi dariku
yang sedang merindukan mu di sini...
di tempat daku menemukan emas dan berlian untukmu...
hanya untukmu...kebahagianku...

Kasih....
kenanglah daku di sini
tataplah fotoku dan rona wajahku yang memandangmu
kan kau temukan emas berlian di hatiku yang terindah
yang semuanya hanya kuperuntukkan buatmu...seorang..., dirimu...

Puisi: Peluk hangatmu

Puisi: Peluk hangatmu
Oleh: Andin Adyaksantoro
andinadyaksantoro@ymail.com
http://pelangipelangiku.blogspot.com/
Palangka Raya, 01 Pebruari 2010

Ketika malam menjelang
saat ku terlena dalam mimpi indahku
kau hadir dan duduk di sampingku
bercerita tentang kegundahan hatimu
tentang rasa inginmu untuk bersama ku kembali

Semilir angin meniup relung hatiku
yang berbisik lembut tentang keingananmu itu
tentang luka laraku karena dirimu
tentang kepergianmu dariku yang menantimu

Sayup kudengar senandung rindu mu
yang kau dendangkan dalam diri ini
dalam setiap rasa yang ingin kau hantarkan padaku
yang kini terasa sejuk setelah lama kau sembunyikan

Mengapa kemarin kau pergi dariku, kasih
apakah karena aku tak pantas bersanding dengan dirimu
ataukah karena aku kurang memperhatikan dirimu....
cobalah untuk bercerita yang sejujurnya padaku

Daku merindukanmu ...
sejak dulu ...hingga kini...
sejak kau pergi meninggalkanku dalam kesendirian
dalam kesunyian jiwa yang menggayut di pundak ku

Mimpi ini indah, kasih
jangan lah lagi dirimu pergi meninggalkanku
karena tanpamu di sisiku...
daku bagaikan kapal tanpa arah mata angin
tanpa pegangan kepercayaan diri lagi....

Kasih....
raihlah diri ini dalam peluk hangatmu
pelukan yang lama tak pernah lagi kunikmati
pelukan yang membuatku makin sayang padamu...
peluk erat dan ....jangan lepaskan lagi....