Sabtu, 07 November 2009

Sehangat Sinar Mentari Pagi...

Oleh : Andin Adyaksantoro

Meski kau kini telah pergi jauh...
meninggalkan luka dan goresan dihatiku...
yang tak dapat kusembuhkan meski sesaat...
namun, aku akan tetap mengenangmu...

suara merdu dan tarian penamu....
telah membangkitkan rasa rapuhku...
yang sekian lama tenggelam dalam lautnya asa...
yang selalu goyah dalam pegangan hati...

meski kini kau telah pergi...
aku tak akan menangis dan menyesali diri...
meski aku pun tahu, kau tak mungkin bersamaku...
walau aku memohon dan melangkah mendekatimu...

Kini...
aku telah menyadarinya...
bahwa kau bukanlah untuk ku...
melainkan untuk dirinya..., belahan hatimu...

Kini ....
aku mencoba berdiri kembali....
sendiri, tanpa dirimu lagi....
dan belajar melangkah satu dua langkah...

meski harus jatuh bangun...
namun, aku harus tetap berjalan...
menuju sang Mentari pagi yang bersinar dengan warna Pelanginya...
mengitari hatiku yang pernah membeku dan dingin...
namun...
kini telah berangsur-angsur mencair dan hangat kembali....
sehangat sinar mentari pagi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar